Newest Post

Kamus Santri

| Minggu, 23 Maret 2014
Baca selengkapnya »



1. Gasang : Ambil Tempat
2. Bustelan : Dijenguk keluarga
3.Nyelangi : Dapat Pinjam
4.Bare : Setelah
5.keeping : Menjaga dan merawat teman yang sakit
6.peleng : Bingung
7.garing : Nggak menarik
8.Pasaran : Ngaji di liburan sekolah
9.Cek up : Periksa kesehatan
10. Watching : Nonton film
11.Badali : Di gantikan
12.Nambal : Memenuh catatan
13.Ta’ziran : Hukuman untuk santri yang melanggar peraturan pondok
14.Nderes : Ngaji Al – Qur’an
15.Agenda : Acara
16.Gajebo : Nggak Menarik
17.Ghozob : Mencuri,Mengambil barang yang bukan miliknya sendiri
18.Roan : Kerja bakti bersama setiap hari jum’at pagi

Kamus Santri

Posted by : wiwi
Date :Minggu, 23 Maret 2014
With 2komentar

Mars Santri Al Hikmah

|
Baca selengkapnya »
Berjuang terus putra-putri Al Hikmah
Bunga harapan bangsa
Maju serentak membela jiwa
Iman dan taqwa.

Laksanakanlah ajaran Nabi kita
dengan tulus dan rela
Hidup damai bahagia selamanya.

Berjuang terus siswa-siswi Al Hikmah
Bunga harapa Agama
Jujur setia siap siaga
mengemban Agama.

Suka duka tetap berkorban
Pantang mundur menyerah
Menegakan kebenaran kalam Tuhan.

Mars Santri Al Hikmah

Posted by : wiwi
Date :
With 0komentar

Mars Santri Al Hikmah

|
Baca selengkapnya »
Berjuang terus putra-putri Al Hikmah
Bunga harapan bangsa
Maju serentak membela jiwa
Iman dan taqwa.

Laksanakanlah ajaran Nabi kita
dengan tulus dan rela
Hidup damai bahagia selamanya.

Berjuang terus siswa-siswi Al Hikmah
Bunga harapa Agama
Jujur setia siap siaga
mengemban Agama.

Suka duka tetap berkorban
Pantang mundur menyerah
Menegakan kebenaran kalam Tuhan.

Mars Santri Al Hikmah

Posted by : wiwi
Date :
With 0komentar

Abah tecinta

| Kamis, 28 Maret 2013
Baca selengkapnya »

Romo KH. Moch. Masruri abdul Mughni atau akrab disapa “ Abah Masrur” , adalah sososk oemimpin yang sangat kharismatik. Beliau adalah pengasuh Ponpok pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah. Belaiu lahir di Brebes pada tanggal 23 Juli 1943. Belaiu lahir dari pasangan H. Abdul Mughni dan Hj. Maryam. KH. Abdul Khilil adalah nama kakek belaiu yang telah mendirikan  pondok pesantren tersebut.
Semasa belaiu masih mengenyam dunia pendidikan, beliau tak pernah lepas dari dunia pesantren. Tahun 1957-1959 beliau menimba ilmu di ponpes Tasik Agung Rembang yang diasuh oleh KH. Sayuti dan KH. Bisri. Belum merasa cukup akan ilmu yang beliau serap, kemudian belaiu melanjutkan pendidikannya di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (1959-1965). Semasa di Bahrul ulum ini, beliau merupakan teman akrab KH. Abdurrahman Wahid atau yang sering kita kenal Gus Dur. Hidup tanpa sebuah cobaan bagaikan makanan tanpa garam, begitulah realita belaiau yang selalau beliau hadapai dengan penuh kesabaran selama dipesantren. Hanya berbekal 1 karung beras yang belaiu bawa dari Brebes hingga sampai ke Jombang untuk bekal hidupnya di pesantren selama 1 bulan tanpa lain-lain. Hanya doa dari sang ayah dan sang kakek. Suatu hal yang selalu belaiu tanamkan pada jiwa beliau ketika menghadapi sebuah cobaan yang begitu berat, “ seberat apapun cobaan yang saya hadapi di pesantren, saya harus bisa bersabar , istiqomah, dan bersabar dalam menghadapi semua cobaan itu. Karena itulah yang akan membawa kita sampai dalam kesempurnaan kesuksesan”, begitulah kata bijak beliau. Bekal bukanlah alasan, jarak bukanlah rintangan, cobaan bukanlah suatu penyebab untuk kita mengalah mundur dari semuanya.
Hingga pada saat itu belaiu terkena penyakit gatal-gatal atau dalam bahasa santrinya adalah “gudik” di seluruh tubuh beliau. Hanya bisa berbaring dan bershalawat dalam menghadapi cobaan tersebut. Jangan kan berjalan, duduk saja belaiu tidak mampu. Baju yang beliau pakai tatkalanya mnempel erat dengan seluruh luka gatal-gatal tersebut. Namun bukan suatu alasan untuk beliau meninggalkan pesantren.

***
                Banyak bidang organisasi yang belaiu tangani dengan jiwa kharimatiknya. Diantaranya adalah pandu Anshor, kepengurusan IPNU ( 1959-1965), pengurus NU dari mulai tingkat ranting hingga PWNU dari tahun 1965-1984, hingga kiprah organisasi terakhir belaiau sebelum beliau pulang ke-Rahmatullah ialah Rais Syuriah pimpinan wilayah NU Jateng sejak 2003 hingga 20 11 2011 ( beliau wafat).
                Selain beliau aktif dalam karier organisasi ke-NU’an, beliau juga tidak melupakan tugas belaiu sebagai pengasuh pondok pesantren. Belaiu tidak pernah meninggalkan sedikitpun waktu untuk santrinya, kecuali ada udzur yang menghalangi kehadiran beliau untuk menghadap kepada santrinya. Kitab yang selalu belaiu kajikan pun tak pernah tertinggal. Secapek apapun belai tak pernah berhenti untuk mengkaji kitab-kitab koleksi beliau. Bagi beliau, penghilang rasa capek adalah melihat senyum santri-santrinya yang memaknai dan mendengarkan penjelasan beliau.

                                                                          ***
            cita-cita, pasti dimiliki oleh setiap manusia. " Meninggal dan dimakamkan di Madinah Al Munawarah", adalah cita-cita beliau. Hanya itulah yang sangat beliau dambakan.

                                                                          ***
          Akhir Oktober 2011, beliau bersama Istri dan ketiga putranya berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibaha Haji. Penuh rasa yang berbeda , seberangkatan Rombongan dari Asrama Pondok menuju Kota Brebes. seperti akan ada yang meninggalkan untuk selamanya. Ya.. Belaiau berpesan kepada 2.500 santrinya, " mudah-mudahan ini bukan haji yang terakhir bagi saya". penuturan yang menggetarkan hati.
30 hari di tanah suci, putra beliau mendapat kabar kalau beliau sakit. seminggu setelah itu tepat pada tanggal 11 11 2011 beliau menghebuskan nafas terakhirnya. kini beliau dimakamkan di pemakaman Baqi. Kini telah tergapailah semua cita-cita beliau.

Abah tecinta

Posted by : wiwi
Date :Kamis, 28 Maret 2013
With 1 komentar:

penantian

| Kamis, 22 November 2012
Baca selengkapnya »
letihku menunggu hadirnya
menusuk-nusuk dan menyayat perih
seperti silet yang menyayat kulit ari di pipiku
perih dan menyakitkan hati

berdiri dengan sisa tenaga
untuk menatinya dalam jalan yang gelap
seperti berjalan dalam mimpi
melayang dan jasad telah mati

kerinduanku bukan tak beralasan
kecemburuanku bukan tak terindahkan
asaku dan rinduku ada disana
meraih semangat untuk menyayangiku

samapai kapan bumi akan berputar
sementara aku sudah enggan
bangun dari mimpi pun tak
apalagi untuk menunggumu,

bila nanti kau datang
berikan aku sedikit jiwamu
untuk melangkah kita bersama
dalam kehidupan bersama

penantian

Posted by : wiwi
Date :Kamis, 22 November 2012
With 0komentar

Get Sharing Tools | AddThis

| Kamis, 20 September 2012
Baca selengkapnya »

Get Sharing Tools | AddThis

Posted by : wiwi
Date :Kamis, 20 September 2012
With 0komentar

tak terasa.......

| Minggu, 27 Mei 2012
Baca selengkapnya »
Seusai kulalui itu semua. Rintangan demi rintangan kulewati. Tentunya itu penuh dengan kesabaran.
kadang aku merasakan akulah yang paling bodoh. Mungkin itulah yang selalu aku fikirkan.  Tetapi aku juga harus punya prinsip. Bagaimana caranya agar aku tidak menjadi orang yang bodoh.
Ya.. mungkin itu tak mudah untuk kulalui. tetepi, dorongan dari orang-orang yang menyayangiku lah yang selalu mengiringinya.Diantaranya orang tua aku, kakak aku, guru aku, sahabat, teman, dan tidak lupa juga pacar.
Seneng bisa keliling dunia santri ini..

tak terasa.......

Posted by : wiwi
Date :Minggu, 27 Mei 2012
With 0komentar
Prev
▲Top▲