penantian

| Kamis, 22 November 2012
letihku menunggu hadirnya
menusuk-nusuk dan menyayat perih
seperti silet yang menyayat kulit ari di pipiku
perih dan menyakitkan hati

berdiri dengan sisa tenaga
untuk menatinya dalam jalan yang gelap
seperti berjalan dalam mimpi
melayang dan jasad telah mati

kerinduanku bukan tak beralasan
kecemburuanku bukan tak terindahkan
asaku dan rinduku ada disana
meraih semangat untuk menyayangiku

samapai kapan bumi akan berputar
sementara aku sudah enggan
bangun dari mimpi pun tak
apalagi untuk menunggumu,

bila nanti kau datang
berikan aku sedikit jiwamu
untuk melangkah kita bersama
dalam kehidupan bersama

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲